Sabtu, 29 Juni 2013

RUMAH SINGGAH "GUE BANGET"

Kalo pas lagi bengong nggak tau musti ngapain, kadang saya ngebayangin "nanti entah kapan, saya harus punya rumah singgah di sebuah lahan di kaki gunung yang sepii....#eh tapi kadang kalo inget film horor macem "wrong turn" malah jadi parno sendiri hehe... Ok back to topic, Serius nih, tempatnya harus jauh jauh dari keramaian lalu lintas. Trus dibelakang rumah ada sungai kecil yang mengalir dengan airnya yang jernih, *duh sejuk ya....* Angin bertiup sepoi sepoi, wah damai bgt kayaknya.... dan kalo mau tau seperti apa gambarannya, ya seperti sketsa saya berikut ini....



Tuhh,... adem kan?? Itu lokasinya private gitu, jadi nggak masalah walopun desain rumahnya bekonsep terbuka, saya sih sukanya yang model terbuka begituan, maklum saya orangnya gampang senewen kalo liat rumah terlalu tertutup,...hehe... yahh beginilah khayalan saya, haduhh berat ya, semoga bisa terwujud suatu saat nanti, #padahal cicilan rumah aja belum kelar hahaha#... 

Senin, 24 Juni 2013

"MBAMBUNG"

*Hadeeww judulnya...*

He..he.. tau dong maksud saya… Entah dari bahasa apa kata “mbambung” itu berasal, yang jelas sih artinya itu, kurang lebih, ya, “berkeliaran tanpa tentu arah dan tujuan”. Persis seperti orang- orang di foto berikut,… Nongkrong di kantor malem- malem, diluar hujan pula, dan entah kesambet apaan kami- kami ini sampe akhirnya nggelar acara bakar- bakar ikan, trus makan aja gitu rame- rame sampe ngos-ngosan gara- gara sambelnya kepedesan *jontor deh bibir…*, beralaskan dua lembar daun pisang, ahh nikmat bangeet… #nggak jelas yee kite…

Biar lagi makan, tapi kalo pas difoto, tetepp dong...narsis hehe
Oke, sekian... Terimakasih ^^

Senin, 10 Juni 2013

MAU PINDAHAN RUMAH AJA... RIBET

Kebanyakan dari kita, apalagi yang masih muda (eh, ngerasa msh muda nih yee…) kalo mau nempatin rumah baru, pasti maunya serba perfect. Biasaa,… masih labil mungkin. Maunya sih kalo bisa semuanya udah ada, ada kursi, ada lemari, ada springbed, ada ada yang lainnya… Pokoknya semuanya kalo bisa sih terpenuhi hehehe (kalap banget yak!).


Saya bener- bener baru ngerasain “hal itu”, ya, beberapa waktu belakangan ini. Ceritanya, saya berencana pindahan ke rumah saya yang baru aja kelar (tapi kreditnya msh belum kelar kok, msh 15 thn lg…hehe). Dan ya emang beneran, segala macem yang ada di pikiran saya akhir- akhir ini ya berbagai macam bentuk furnishing dan aksesoris rumah. Mulai nggak konsen gara-gara ngeliatin barang bagus di toko sampai mulai berandai-andai mau beli apaan di online-shop. Pas makan aja yang kebayang kadang- kadang gini, “ntar gordennya pake warna apa ya… trus ntar sisi pojok ruang tamu enaknya dikasih ornament apa” #halahh ribet.

Sepertinya itu udah settingan pikiran kita deh yang kaya gitu. Apalagi saya ini kan “katanya sih” desainer interior, ya pasti aja keinginan untuk menyulap ruang- ruang yang kosong jadi semarak itu begitu menggebu- gebunya, membara deh… Sampe gatel rasanya, pengen bikin sesuatu yang “saya banget”. Tapiii, ada tapinya nih,,.. setelah dirinci lebih dalem lagi, segala macem tetek bengeknya, lah kok jatuhnya buanyakk banget ya biaya yang dibutuhkan!?? #nengok dompet… nengok buku tabungan,… ambil napas dalam- dalam,… fiiuuhh… Mepet banget isinya., hahaha… nggak tau musti nangis ato ketawa XD

Dan dari episode “cek-dompet-dan-cek-saldo-yang-ternyata-isinya-sudah-menipis-itu”, saya akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah berikutnya, istilah kerennya “Plan-B”. Bagi saya pribadi yang secara penghasilan masih biasa-biasa aja dan belum wow-wow bgt, plan-B sangatlah dibutuhkan. Yak, plan-B yang saya maksud adalah njawil- njawil sana sini dengan rajin mengunjungi rumah kakak-om-dan tante, kali aja nemuin sesuatu yang udah nggak mereka pake #haduuh segitunya#, kali aja bisa bawa pulang AC, Kulkas ato Mobilnya sekalian #dilempar sandal…#. Eker- eker gudang dan setumpuk barang bekas di rumah ortu, kali aja ada yang masih bagus kondisi fisiknya, kalo urusan model yang udah nggak banget, itu sih nggak masyalahh buat saya, apalagi saya suka banget meng-makeover barang- barang bekas menjadi tampak baru dan trendy tentunya ^^.

Dan finally… dari sekian banyak "stuff-list-atau-apalah-namanya" yang saya catet sebelumnya, ternyata baru secuil aja yang bisa saya masukin ke rumah dalam keadaan masih baru dan fresh. Lalu sisanya??? Ya barang- barang hasil “jarahan” sana sini, plus masih butuh sentuhan ajaib saya selanjutnya… Yes!, Makeover timeee!!!!

Minggu, 26 Mei 2013

DUBBING YANG BIKIN JENGKEL

Oke, udah pada tau dubbing kan?? Itu lho, alih suara bahasa asing menjadi bahasa lokal yang biasanya diterapkan pada film atau sejenisnya untuk mempermudah auidience/ penonton dalam mecerna isi/ cerita film tersebut (anggap aja itu penjelasan asal- asalan versi saya hehe…, tapi kurang lebih ya begitulah artinya).
Gambar dari sini yaa...
Sejauh pengamatan saya sebagai penikmat dan penggemar tayangan TV, acara dubbing dubbingan seingat saya sudah lama sekali diterapkan, lebih tepatnya saya juga nggak inget kapan pertama kali tayangan TV kita mulai menggunakannya untuk mempermudah penonton dalam menikmati tayangannya. Sejauh yang saya ingat, tayangan jadul jaman saya masih kecil dulu, “Oshin” sudah menerapkan gaya dubbing (itu seingat saya lho), dan beberapa tahun kemudian waktu wabah telenovela melanda, hampir semuanya menggunakan dubbing, jarang banget yang menggunakan media subtitle/ text (mungkin karena episodenya banyak, jadi males ngetik ya, capek…hehehe), sampai- sampai saya hapal sama tipikal pengisi suaranya.

Dubbing terbukti memang sangat membantu pemirsa mencerna apa yang sedang ditontonnya, membantu memahami cerita yang awalnya dalam bahasa asing yang kita nggak ngerti (terutama telenovela amerika latin, dorama, dan film korea/ India) menjadi ngerti, sampai-sampai nggak jarang kita dibikin nangis sesenggukan dibuatnya (wah mendalami banget ya nontonnya ^^).

Tapi ada kalanya dubbing juga malah membuat kita jengkel dan lompat-lompat gemes saking mengganggunya dubbing tersebut. Kok bisa?? Bisa dong… Contohnya ini, beberapa kali saya melihat tayanga TV yang bisa dibilang “lebay” atau kelewatan dalam mendubbing tayangannya. Memang nggak masalah dalam mendubbing dialog selama tone/ warna suara dan penjiwaanya pas dan sesuai dengan aslinya.  Tapi gimana dengan Soundtrack/ Lagu tema yang biasanya mewarnai sepanjan jalannya cerita?? Bagi saya pribadi, SOUNDTRACK JANGAN DI DUBBING!!! TITIK!!! Saya sempat setres ketika beberapa waktu lalu nonton film animasi keluaran Disney: Mulan disalah satu TV swasta. Semuanya di dubbing dong…. Termasuk lagunya! Ancuurrr…. Alunan lagu yang seharusnya merdu asli suara Christina Aguilera jadi fals dan nggak banget gitu setelah di dubbing ke bahasa lokal, hoekkss…. Merusak suasana dan mood banget kann?? Yang tadinya terharu malah jadi bête gara- gara suara dubbingan lagu yang nggak beres…

Beberapa TV swasta juga ternyata sempat melakukan hal yang serupa, ada film Tarzan yang eksotis dengan suara Phil Collins-nya malah jadi berantakan setelah lagunya di dubbing, Chicken Little yang dalam beberapa adegan harusnya bikin terharu malah jadi bikin ketawa ngakak setelah dengerin dubbingan suara soundtrack lagunya yang fals dan mengenaskan…

Itulah mengapa dalam beberapa tayangan, saya lebih suka dengerin apa adanya, bahasa dan soundtrack aslinya. Kalau perlu, pakai bantuan subtitle juga boleh. Selama nggak dengerin suara dubbingan lagu yang bikin kuping setres dan semaput…hehehe. Gimana denga kalian??

Rabu, 08 Mei 2013

ARGO

Menurut kalian, film yang bagus itu yang seperti apa sih?? Yang pasti jawabannya sangat beragam, karena pasti bergantung pada selera masing- masing individu. Kalau menurut saya pribadi, devinisi film yang bagus itu sederhana aja, yang jelas film tersebut bisa membangkitkan rasa penasaran saya sepanjang durasi film, dan nggak bikin ngantuk saking boringnya…


Dan film yang satu ini patut masuk dalam kategori “bagus” versi saya; ARGO. Ya, dari sekian deret film- film nominasi Oscar tahun ini, Argo menurut saya yang paling pas dengan selera saya. Walaupun sebenarnya muatannya cukup berat dengan bumbu konflik antar ras/ agama/ Negara, namun film ini mampu mengemasnya sedemikian rupa sehingga menjadi suatu tontonan menghibur yang penuh dengan adegan- adegan yang bikin jantung deg-deg-an… Memang adegan seru- seruan yang disajikan nggak segarang Bourne Trilogy ataupun Iron Man bahkan Batman, namun penekanannya lebih ke permainan konflik batin setiap karakternya. Kita seakan- akan masuk kedalam lingkaran keadaan dimana kita (para penonton) seperti ikut berada di lokasi kejadian dan menjadi target buruan suatu kelompok aliran tertentu dan bahkan ikut serta dalam tim penyelamatnya…

Serunya lagi, film ini diangkat dari kisah nyata proses evakuasi  beberapa orang sandera warga Negara Amerika yang terjebak dalam konflik politik di Iran. Terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah dan seperti apa kejadian sebenarnya, saya hanya menganggap film ini sebagai media penceritaan yang sangat menghibur dan mengesankan. Inti filmya sederhana aja, yaitu proses evakuaasi/ penyelamatan beberapa orang yang terjebak di konflik di Negara lain, namun segala bentuk taktik dan proses penyelamatannya itu yang membuat film ini sangat hidup dan terasa begitu luar biasa…

Wajib tonton bagi kalian yang menyukai film dengan tensi ketegangan yang cukup tinggi.