Tampilkan postingan dengan label HOLIDAAAAYYY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HOLIDAAAAYYY. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 November 2013

BLUSUKAN KELILING KOTA


Disana ngapain aja?? Kalo itu sih, jangan ditanya deh haha… gimana nggak, tiap hari kita keluyuran dari pagi sampai malem non stop, #sampe mirip banget sama orang yang nggak punya rumah. Apalagi kami ditemani sama guide sekaligus driver handal; Kak Dewi, yang kalo nyetir wuuussss lincah bgt larinya, spesial thanks deh buat kakak. Praktis selama liburan, mas-mas-nya duduk manis di bangku belakang haha… manut aja ke manapun mobil melaju.

duduk manis sebagai penumpang, gara2 ada guide dan driver dadakan ^^
Kak Dewi (t-shirt pink), guide dan driver handal nih...
Saya yakin untuk urusan tempat- tempat wisata di Bali, temen-temen dimanapun sepertinya udah pada hafal dan familiar ya. Mulai dari pusat kota Denpasar, pantai Kuta beserta komplek lokasinya yang heboh total karena saking banyaknya turis asing jadi berasa ada di Miami #halahh, pantai Sanur, Tanah Lot, berbagai macam tempat perbelanjaan yang bener- bener bikin laper mata, sampai ke berbagai lokasi wisata religius macem Pura, dll.


sore hari di pantai kuta, menjelang senja
Jujur, untuk lokasi alam, khususnya pantai, saya pribadi malah nggak gitu tertarik lagi dengan Kuta maupun Tanah Lot, walaupun kondisinya bagus dan menarik, namun dengan segitu banyaknya orang yang berkunjung, membuat saya agak senewen dan jadinya malah kurang bisa menikmati dengan maksimal. Saya lebih milih ke pantai- pantai yang masih belum terlalu ramai, jadi enak banget dinikmatinya, tanpa ada banyak orang lokal dan bule yang wira wiri ketika kita lagi asyik leyeh- leyeh selonjor di tepi pantai. (Flashback dikit) Beda banget ya ekspektasinya jika dibandingkan dengan jaman sekolah dulu, waktu dulu saya main ke Kuta, biasanya nyari bule trus diajakin foto bareng, trus fotonya dipamerin ke temen- temen di sekolah, haduhh nggak penting ya hahaha…emang tuh bule siapa? Artis juga bukan,.. dan anehnya teman- teman saya pun dulu juga demam melakukan hal yang sama ketika berkunjung ke Bali.


nggak tau kenapa, setiap kali liburan, keinginan belanja pasti membara haha...
Dan yang namanya liburan rame-rame apalagi ditambah ada anggota mbak-mbak dan ibu-ibu gaul, bawaanya pasti pengen belanja aja. Kelar muter- muter keliling kota pasti bawaanya request pengen belanja untuk oleh-oleh. Alhasil mobil kami yang di awal keberangkatan masih agak longgar, pada saat pulang pasti langsung jadi sesak tumpah ruah dengan keranjang belanjaan.



Alhasil, liburan kali ini bener- bener menyenangkan, terutama dari sisi kantong yang bisa berhemat banyak dengan adanya program gratisan dari rekan saya itu.. Oke sekian, Terimakasih banyakkk….

WELCOME TO TABANAN

disini kami menginap, heee mantab
Setelah melalui berjam-jam perjalanan melewati hutan - laut  - deretan persawahan yang menawan, maka sampailah kami di lokasi yang dituju. Jreeeng…jreeeng… Dan wowww, kamipun menganga bareng- bareng, kaget ngeliat rumahnay yang gede amir… lengkap dengan guesthouse dan komplek pura untuk ibadah di halaman rumahnya. Haduhhh jadi sungkan nih mau masuk hehe (halahh gayanya…). Dan kami yang ber-7 ini pun dibagi menjadi dua team, team mbak-mbak dan team mas-mas untuk nentuin kamar tidurnya. Dan yang lebih wow lagi, istri dan anak-cucu Bpk. Ketut ternyata semuanya baiiikkk bgt, haduuu jadi terharu gini. Kami disambut bak tamu penting yang dating dari jauh. Lengkap sudah, semuanya serba gratis plus tuan rumah yang baik dan ramahnya minta ampun.

desain dan suasana ekterior-interiornya bikin ngileerrr, cantik benerr
kebiasaan lama nih... pose dimana mana dan kapan aja
Selain fasilitas menginap dan menu makanan yang melimpah ruah, ternyata putra putri Bpk. Ketut dengan senang hati menawarkan diri sebagai guide nganterin kami semua keliling keliling kota- desa, *aduuuhh baik banget ciiiii…..* jadilah 2hari pertama kami diguide oleh Kak Dewi (putrinya Bpk. Ketut) dan hari berikutnya oleh suaminya Kak Dewi. Nah loh, kurang apa coba, apa- apa udah disiapin semuanya. Karena acara muter-muter dianterin sama orang setempat, maka kami request agar rutenya lewat jalanan yang nggak biasa alias gang tikus, selain bisa lebih cepat dan hemat waktu, juga bisa sekalian ngecengin pemandangan dan aktivitas masyarakat sekitar.

dalam satu lahan rumah ini juga dilengkapi pura yang lumayan gede juga
patung Ganesha di tengah taman
Ternyata menginap beberapa hari di Bali, dengan fasilitas yang beda (dulu biasanya kalo nggak di Motel ya di Hotel, sekarang di rumah warga  di desa - suasananya original dan masih asri), dampaknya luar biasa. Nggak hanya dapet serunya liburan, saya juga bisa sedikit belajar tentang budaya sehari- hari disana. Contohnya nih, sama halnya seperti kita umat muslim yang sehari beribadah 5 waktu, maka dalam ajaran hindu juga memiliki jam-ibadah tertentu. Ada kalanya dalam sehari mereka beberapa kali mengunjungi komplek pura di halaman rumah untuk berdoa kepada leluhur maupun menata sesaji/ persembahan berupa sekotak talam/piring dari bahan bervariasi (daun/sesek/ kuningan) yang diatasnya tertata rapi buah, bunga, dll.

Jajanan lokal di Tabanan enak enak lho… nggak jauh beda dengan di Jawa, makanan tradisional disana didominasi oleh makanan manis berbahan santan dan gula merah. Saya sih nggak inget nama makanannya satu persatu, tapi masak nggak dicobain, udah jauh jauh dateng kalo nggak nyobain jajanan lokal kan nggak afdol.
saya lupa jajan ini apa namanya, yang jelas rasanya enak, mirip kue di jawa

Di malam hari, ketika lagi leyeh- leyeh di saung/teras, diantara hembusan sejuknya angin, sayup sayup terdengar suara alunan gamelan khas Bali yang merdu, wih jadi rileks gitu, pegel- pegel di badan setelah seharian mengembara blusukan keliling kota berasa ada yg mijitin hehe. Di malam berikutnya ketika pulang sehabis jalan- jalan, Kak Dewi seperti biasa ngambil rute nyusruk lewat gang- gang kecil di desa, dan oohh saya baru tahu kalo suara gamelan yang biasanya terdengar itu asalnya dari sekelompok anggota pemain music tradisional di desa yang sepertinya lagi latihan rutin.

BALI : GALUNGAN, KUNINGAN, DAN PENJOR

batang bambu beraksesoris ini disebut penjor
Karena (kata temen saya) saat ini masih dalam suasana perayaan Galungan dan Kuningan di Bali, maka disepanjang perjalanan dari pelabuhan Gilimanuk sampai ke lokasi pedesaan di Jln. Pantai Sesek, semaraknya minta ampun deh. Semua rumah warga sepanjang jalan semuanya dihiasi “penjor”, semacam aksesoris berupa sebatang bambu panjang yang dihiasi berbagai macam bentuk janur kuning cantik yang masih dihiasi pula dengan balutan kain warna putih dan kuning kekemasan. Di bagian agak bawah ada semacam kotak sesaji yang berisi bunga buah aksesoris lainnya dan sepertinya juga dlengkapi dupa, soalnya baunya harum semerbak.

disetiap gerbang pagar depan rumah pasti dikasih penjor
Oya, sedikit info dari berbagai sumber tentang penjor, saya jelasin dikit ya,. Bahan dasar penjor adalah tiang bambu sbg simbol gunung. Tiang bambu ini dihias seindah mungkin dengan janur dan daun lontar. Kemudian berisi berbagai hasil bumi spt buah kelapa, padi, dll. Juga terdapat daun endongan, daun beringin dan daun plawa. Ada juga lamak, sampyan, dan jenis jejahitan lainnya. Diujung penjor berisikan kain putih sbg lambing kesucian. Secara singkat penjor memiliki makna persembahan rasa syukur umat kpd-Nya atas segala berkah dan rakhmat Beliau kepada umat manusia. Pemasangan penjor Galungan adalah selama 1 bulan Bali (35 hari). Setelah hari Buda Kliwon Pegatuakan, barulah penjor ini dicabut.

hiasan pada penjor (kiri) dan pura kecil yang dihias juga (kanan)
                             

Setiap perayaan hari raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu di Bali akan memasang PENJOR di depan rumahnya masing. Penjor adalah sebuah tiang bambu tinggi yg dihiasai dengan janur, hasil-hasil bumi dan kain warna kuning-putih. Penjor adalah simbol dari gunung. Umat Hindu di Bali meyakini bahwa tempat yg tinggi seperti gunung adalah rumahnya Tuhan/Hyang Widhi. Beberapa pura terletak di kaki gunung seperti pura Besakih di kaki Gunung Agung, trus pura Batukaru dibawah kaki gunung Batukaru, dsb. Maksud dari pembuatan pura dibawah gunung adalah untuk memudahkan umat jika ingin bersembahyang, karena untuk melakukan pendakian ke puncak gunung sangat berbahaya. Maka sebagai representasi, dibuatlah pura dilerengnya. Gunung tertinggi di Bali adalah Gunung Agung yg berada di arah timur laut Bali island. Timur laut adalah pertemuan antara arah timur dan utara, karenanya dalam melakukan persembahyangan, umat Hindu menghadap kea rah timur atau utara sebagai main direction.
foto ini saya ambil saat ada acara keagamaandi salah satu pura di tanah lot
Fyi, makanya dihari pertama kami menginap di guesthouse, Ibu Ketut memberikan sedikit tata karma tentang apa yang “boleh” dan “apa yang “nggak boleh” dilakuin, karena budaya kami yang asalnya dari Jawa pasti beda dengan budaya dan kebiasaan daerah setempat. Diantaranya, kalo kita tidur nggak boleh naruh kaki menghadap timur, karena bagi umat hindu arah timur adalah arah yang disucikan (baca penjelasan ttg penjor diatas), dan bagi cewe yang lagi datang bulan dilarang seliweran di komplek pura, untuk menghormati kesucian tempat ibadah tersebut.

LIBURAN KE BALI, GRATIS, MAU?

Liburan kesini gratis? ya mau banget laahh!
Liburan bareng orang- orang terdekat merupakan satu hal yang sangat menyenangkan. Apalagi ngejalanin liburannya nggak diburu- buru waktu dan diuber- uber sopir travel agent yang segala sesuatunya sudah direncanakan sesuai jadwal. Iya, liburan saya belakangan ini formatnya jauh dari situ, sekarang saya lebih milih liburan yang santai, bawa mobil rame- rame bareng temen, nyetir gentian,  sampai nyasarpun nggak masalah, kalo kata orang jawa bilang gini “alon- alon asal kelakon”,. Enaknya jalan freestyle bareng temen, banyak, yang pasti kita bisa bebas tentukan mau apa aja dan ngapain aja. Dan yang pasti lagi, bagi yang narsisnya kelas dewa seperti saya, kita bisa stop dimanapun ketika dalam perjalanan ke suatu tempat dimana terdapat spot- spot yang asyik buat foto- foto.


Pada suatu siang, kejutan itu pun tiba,… Ketika ada salah satu partner kantor saya yang nawarin liburan ke kampungya di Bali, saya dan temen- temen pun langsung kompak “ho-oh” aja, nggak usah pake mikir panjang. Apalagi kita ditawarin fasilitas nginep di guesthousenya dia dan semua konsumsi juga ditanggung beres alias gratis. Wow, siapa coba yang berani nolak haha… lah yang pake bayar aja kita jalanin, apalagi yang model gretongan gini, sikaattt gan! Kami hanya diharuskan modal “bawa kendaraan sendiri ya…”. Kalo cuman itu doang syaratnya sih, no problem at all. Besok langsung cabut… Berangkaaaatt!!!

Seneng bisa kembali lagi ke Bali. Apalagi ke tempat yang belum pernah saya singgahi sebelumnya. Kalo jaman dulu, ketika saya tour ke Bali, tujuannya pasti muter muter Denpasar – Kuta – Nusa Dua dan ngikutin selera emak dan temen-temen emak saya saya yang sudah bisa ditebak, apalagi kalo bukan acara belanja belanji beli ini beli itu, semuanya udah disetting, jadi saya nggak bisa ikutan nentuin mau kemana. Waktu studytour jaman sekolah-pun juga sama, semuanya sudah disetting pake durasi sekian jam ketika berada dilokasi tujuan. Jadi kalo durasinya udah kelar, kami semua pada buru-buru lari terbirit birit ke tempat parkir takut ditinggal bus pariwisata hehehe…

Nah, sekarang beda, karena formatnya udah ganti jadi santai, bebas mau kemana dan ngapain aja dan seberapa lama juga terserah, segala hal yang kita lakuin rasanya jadi enaaaaakkk banget. Singkat cerita, kami diundang menginap selama beberapa hari di kampung halaman temen saya (kenalin, namanya Bpk. Ketut) di daerah Tabanan – Bali, sekitar 15 menit dari lokasi wisata Tanah Lot. Kabarnya, bulan ini merupakan bulan dimana masyarakat disana sedang merayakan “Galungan dan Kuningan” semacam tradisi adat dan peringatan hari keagamaan gitu. Jadi, suasananya lebih berasa sakral sekaligus  lebih semarak dari hari- hari normal biasanya.

Setelah beberapa hari nunggu dan janjian nentuin tanggal, akhirnya berangkatlah saya bersama temen2 kantor plus Bpk. Ketut juga sebagai penunjuk arah jalan menuju lokasi. Jalan maang… josss…

Minggu, 25 November 2012

FIERCE… (AND GOLD)

Gini, biasanya kalo saya lagi berada di suatu tempat dimana suasana dan keindahan alamnya begitu menggoda, secara naluri, nggak tau kenapa tangan saya langsung merogoh kantong celana yang berisi kamera/ Hp/ sejenisnya yang bisa dipakai untuk motret. Dan, ya… apa yang terjadi selanjutnya sudah pasti bisa ditebak. Adegan motret- memotret saling bergantian dengan memadukan segala pose yang memungkinkan sampe-sampe nggak nyadar kalo sesekali diliatin orang sekitar yang kebetulan lewat dengan pandangan aneh bin ajaib (takjub kali ya haha…ngayal, kalo eneg sih iya). Semoga virus ini nggak menular pada kalian yang ngebaca artikel ini hihihi…

Dan entah kenapa saya terus dihantui perasaan bersalah kalo belum posting foto berikut ini (yeah, lebay deh). Foto yang menggambarkan keindahan suatu pagi di Papuma, dimana kala itu cahaya mentari masih berwarna kuning keemasan sehingga menambahkan riak-riak warna berlian pada permukaan gelombang air laut yang disapu semilir angin pagi….#halaah bahasanya hahaha…. Cekidot…




Gimana posenya, eh maksudnya keindahan suasananya??? Maknyus kan?? ^^

Note: Buat temen-temen yang mo bikin foto pre-wedding, rekomendasi saya, lokasi ini bisa jadi bahan pertimbangan... Berasa ada di Hawaii deh haha...

Rabu, 21 November 2012

PAPUMA (part.3 Otherside / End)

Nggak lengkap rasanya kalo kita ngobrolin segala keindahan Pantai Papuma tanpa ada sedikitpun informasi mengenai kelebihan dan kekurangannya. kali aja info berikut ini sedikit banyak bisa membantu teman- teman dalam menyiapkan segala sesuatu/ keperluan yang akan dibawa sebelum mengunjungi Papuma. Dan mungkin juga bisa dijadikan saran membangun bagi peningkatan pelayanan umum di Papuma di hari-hari berikutnya. Oke, yuk kita cek satu per satu...
Oya, ada lokasi di salah satu sisi pantai yang biasa dipakai parkir perahu nelayan,
mereka biasanya melaut di malam hari
Foto ini saya ambil selepas sholat subuh, jam segitu banyak nelayan yang baru pulang melaut

1. Air Toilet.
FYI. Air disana sama sekali beda dengan air di rumah saya. Bisa jadi ini karena letaknya yang tepi pantai, membuat air Toilet disana terasa masih sedikit asin dan agak lengket gimana gitu, padahal airnya jernih. Saran saya, bagi kalian yang punya masalah dengan kulit sensitif, sebaiknya bawa sabun antiseptik untuk perlindungan kulit saat mandi. Jangan lupa bawa shampoo juga, supaya nggak gatel tuh kulit kepala. Btw, saya juga termasuk orang yang paling rewel sama toilet umum. Biaya pakai toilet disini rata-rata 2000.

2. Air Minum.
Astajiiinnn.... ternyata dimana- mana juga yang namanya air mineral kalo udah dijual ditempat wisata (apalagi di tempat yang susah untuk dapetin air mineral), harganya jadi melonjak naik berkali-kali lipat. Misalnya aja saya biasa beli air botolan seharga 2.800 disana dibandrol 6.000 - 7.000-an perbotol. saran saya, bawa aja persediaan air minum dari rumah secukupnya agar lebih hemat uang jajannya.
Bawa bekal minum dan makan secukupnya, sisanya bisa kita dapetin disana
3. Lampu penerangan.
Karena minimnya lampu penerangan jalan dan kontur akses jalan menuju lokasi yang lumayan ekstrim naik turunnya, serta fasilitas pembatas jalan dengan tebing yang masih kurang memadai, saya sarankan bagi kalian yang ingin kesana (terutama bagi yang masih baru pertama kali) agar melakukan perjalanan di pagi atau siang hari untuk menghindari terjadinya kecelakaan saat menaiki/ turun tebing.
Tikungan dan tanjakan jalan dari dan kesana lumayan ekstrim dan bikin puyeng ^^
4. Fasilitas penunjang alat elektronik.
Sebetulnya kalau liburan/ camping yang tujuannya untuk refreshing dan mencari ketenangan, kita nggak boleh terlalu ribet dengan koleksi gadget apapun. Nggak usah mikirin BB, Android, Tablet, bla bla bla… seharusnya sih gitu. Tapi, udah dasarnya kita ini orang lokal yang nggak “nendang” kalo nggak bawa gadget (biar bisa foto-fotoan trus diuplod deh di Fb/Twitter, pamer gitu ceritanya hehe), jadilah kita dihadapkan pada masalah yang satu ini : KALO KAMERA/HP LOWBAT, MAU “NGE-CES” BATERAI DIMANA???. Buat kalian yang mengalami masalah ini, coba aja numpang nge-ces baterai di Kantor pusat informasi yang lokasinya nggak jauh dari area tenda. Disana kita dibebaskan untuk ngisi baterai. Baik banget ya…

5. Musholla.
Biarpun lagi hepi hepi liburan, jangan lupa sholat yaa…. Disini terdapat satu fasilitas Musholla yang bersih dan rapi, letaknya pun nggak begitu jauh dari area tenda, jadi nggak ada alasan buat kita nggak beribadah, Ok??. Tapi sayang air yang mestinya kita gunakan untuk membasuh/ bersuci ternyata mampet pet pet… Jadi ya terpaksa kita harus wudhu di toilet umum yang letaknya agak berjauhan dari Musholla.

Ok guys, semoga sekilas info diatas bisa bermanfaat bagi kalian yang berminat mau kesana…

PAPUMA BEACH (part.2)

Lanjuutt.....

Malamnya kita istirahat di tenda, sebagian lagi lebih milih tidur di mobil (mungkin gara-gara anginnya yang wusss....you know lah, angin pantai kaya apaan. Ternyata, suasana malam disini nggak se-sunyi yang saya bayangkan, mungkin karena lokasi ini merupakan area taman nasional yang salah satu fungsinya adalah rumah bagi puluhan ekor lutung, jadilah sepanjang malam kita disuguhin aluna musik alami berupa lolongan lutung yang terdengar dari atas pepohonan yang rindang.... eh tapi seru juga loh, jarang- jarang kan dengerin langsung suara- suara kayak beginian ^^.

Setelah istirahat semalem tidur di tenda, paginya kita bangun pagi- pagi banget supaya nggak ketinggalan nonton sunrise, iya...melototin matahari terbit gitu deh (btw, kata orang- orang sih kalo liburan ke lokasi yang masih alami, nggak afdol rasanya kalo nggak menikmati indahnya sunrise dan sunset di area tersebut).
Liat deh sunrisenya...keren kann...
Saya suka warna hijaunya, fresh bgt... sejenis lumut/ ganggang yang diterpa cahaya pagi
Kerennya susunan batuan ini...ini batu asli lho ^^
Dan ternyata bener, sunrise disini kereeennnn buanget. Warna orange dari bias cahaya mentari pagi muncul dari balik bukit dan batu- batu besar yang tersebar di sepanjang pantai, air lautnya juga memantulkan cahaya kuning ke-emasan, widiihhhh beautiful deh. Kayak di film- film romantis gitu hehe...
Dikala air surut, warna warni batu-batunya terlihat jelas
Penasaran, saya coba ambil beberapa helai daun ganggang yang rontok disapu ombak
Agak siangan dikit, kita beranikan diri turun ke kaki bukit yang posisinya langsung bersinggungan dengan bibir pantai. kebetulan airnya lagi surut, sehingga hamparan pasir putih dan batu- batuan warna warninya tampak jelas banget dilihat, ada yang warna coklat, krem, abu-abu, hijau, biru, putih, dan warna keren lainnya...
Nggak penting ini hehe.., pose yang biasanya dipake orang kalo lagi maen di pantai
Kiri: pasirnya bersiiihh.... Kanan: airnya juga jerniiihhh
Puas seharian dan semaleman disini, kitapun beranjak pulang..... Pulangnya juga santai, kita ambil rute yang agak jauh dari kota, kita lebih milih lewat jalanan desa dan pegunungan yang berkelok- kelok sambil sesaat berhenti di beberapa spot lokasi. Ngapain berhenti di tengah jalan?? Ya foto- foto lah, kita semua kan kumpulan orang- orang narsis hahahaha....
Biasa..., nampang dulu ya, ditepian hutan sepanjang jalan pulang
Pemandangan sepanjang jalan masuk/ keluar lokasi
Wuaahh... Kapan ya ada waktu kesana lagi.....

PAPUMA BEACH (part.1)


Oya, long weekend minggu kemaren kalian ngapain aja?? 
Kalau saya sih, waaahhh..... #sambil lompat-lompat# liburan bareng temen dan keluarga di Pantai Papuma. Nggak perlu jauh dan mahal, yang penting happy ^^

Yah, you know lah ya, secara saya ini orang kantoran yang tiap hari melototin layar monitor, ya udah pasti seneng banget kalo diajakin camping 2 hari di Papuma. Jadilah kita rame- rame berangkat ke lokasi liburan yang letaknya juga nggak jauh- jauh banget dari kota saya. lama perjalanannya sekitar 3 jam-an sih sebenernya, tapi berhubung kita jalannya nekat dan juga belum ada satupun dari kita yang pernah kesana, ya jadilaah kita nyelonong ambil rute sana sini dan akhirnya sampai juga di lokasi dengan selamat dengan menghabiskan 4,5 jam perjalanan hehehe...
Pasirnya itu lho,.. bersiiihhh bgt.... airnya juga bening
Kalo udah sampe disini, maen air jadi wajib rasanya...
Trus, sampe disana ngapain aja?? Hiyaa... namanya juga ketemu pantai yang airnya beniiiing bgt, pasirnya putiiihh bgt.... Ya mandi dooonggg.... maen aer... jebur jebur sana sini. Saya juga baru sadar kalo ternyata keindahan Papuma nggak kalah dari pantai sekelas Kuta/ Tanah Lot di Bali.
Scene ini saya ambil dari atas bukit, keren ya? ^^
Pengennya sih naek ke atas bukit batu diseberang itu, tapi dilarang karena bahaya
Btw, kontur lokasi Papuma ini bisa dibilang lumayan ekstrim dan kontras. Di satu sisi berupa perbukitan curam, dan di sisi lain berupa perpaduan pantai yang landai dan bebatuan yang lumayan curam. Kalo kita mau susah payah dikit (sambil ngos-ngosan saking capeknya) naik ke atas bukit yang udah disediakan tangganya, kita bisa lihat pemandangan pantai dari atas bukit yang woooww kerreeen....warna biru mendominasi sepanjang mata memandang.... segerrrr.
Hehe... di area inilah kami bermalam 
Bakar ikan rame-rame... gara2 keseringan jeprat jepret... ikannya ada yang gosong...
Malemnya kita sewa tenda buat tempat berteduh dan istirahat. Tenda disana disewakan mulai dari harga 75-ribuan sampai 100-ribuan/ hari/ lahan, murah meriah kann?? Lokasinya kita juga bisa pilih, mau yang deket pantai (sekitar 100m dari bibir pantai) atau yang agak jauh dari bibir pantai (deket semak-semak hutan dan kaki bukit). Biar lebih seru, kita bikin api unggun sambil bakar- bakar ikan dan nyantai sambil makan cemilan yang emang udah kita bawa dari rumah. Mantab...

Minggu, 08 Januari 2012

SERUNYA BROMO (4). "Hello sunrise"

Mendadak lokasi tempat kami berada pagi itu berubah menjadi lautan manusia. Kalo dihitung sih kira- kira ada sekitar 200-an orang... wahaa ramenyaa.... Padah`l rame banget gini tapi kok dinginnya nggak berkurang ya. Dan akhirnya setelah sekitar 30-menitan menunggu, 'bintang tamu' yang ditunggu-tunggu akhirnya mulai muncul juga. Diawali dengan bias- bias cahaya berwarna orange yang muncul dari balik lengkungan puncak gunung, perlahan tapi pasti, sang surya akhirnya nongol juga (pas saya liat jam ternyata masih jam 4.30 pagi loh). GILAAA... KEREEEN BUAANGEETTT...... jarang- jarang saya melihat pemandangan seindah ini dan sepagi ini hehehe... walopun hanya sekejap, kurang lebih 10 menitan gitu, tapi dijamin worthed banget deh sama perjuangannya jauh-jauh naek keatas sini.
diawali langit yang berwarna orange jeruk...keren!
lalu ini....
lalu perlahan matahari terlihat...
dan akhirnyaa...terbit deh....
Kelar nonton 'mentari bangun tidur', penonton mulai bubar satu- persatu, kayanya sih pada keburu mo ngintip kawah gunung Bromo. Eh loh padahal kan baru nyampe juga diatas sini, udah capek- capek naek lah kok malah pengen cepet- cepet turun lagi. Wah kalo kita sih nggak bakal buru- buru deh, secara kan belom jepret- jepretan *hehe narsisnya mulai kumat...* (kalo dari tadi yang dijepret cuman pemandangannya doang, sekarang giliran orangnya juga ikutan nampang ^^). Disaat pengunjung yanf laen mulai sibuk antri nyari jalan menuju tangga, disaat itu pula kami mulai beraksi,... mencari spot yang mantabz buat jepret- jepretan... Dan ternyata kalau dari atas sini, gampang banget nyari spot yang keren, lha wong semuanya keren, dari kanan- kiri- atas- bawah, semuanya perfect!!! Tapi posisinya agak minggir dikit yaa... kalo ditengah- tengah kerumunan orang sih sama aja bo'ong.
wow landscapenya indah tenann....
gunung batok dan bromo dikejauhan...(hiraukan saja modelnya ya hehe...)
nampang dulu ya, sebelum turun bukit, hehehe....
Dasar kitanya udah lebay, ketemu pemandangan sekeren ini lebaynya jadi berlipat ganda deh hahaha.... Saking keenakan foto- fotoan, kita sampe lupa waktu. Lho kok udah sepi ya, nggak nyadar kalo diatas sini tinggal kami berlima. Yaa terpaksa deh, turun. Padahal jujur masih kurang sebenernya, tapi ntar kasian pak sopirnya yang nungguin di parkiran, bete pasti yee.... bengong dewean nggak ada temennya. Tepat jam 6 pagi, kita kembali nemenin 'pak kusir mengendarai kuda supaya baik jalannya' *halahh...* dan berangkat menuju lokasi selanjutnya, ngintip kawah gunung Bromo. Lanjoott.....
to be continued...